Awalnya, semua terasa indah, terasa lahir kembali, terasa manis melebihi manisnya gula. Kamu memberiku harapan yang sangat menjanjikan. Kamu adalah sosok lelaki yang nyaris sempurna dimataku. Kamu, hanya kamu, ya, hanya kamu dihatiku.
Kamu beda, sangat beda dengan yang lain, tak ada duanya. Sikapmu sangat mencerminkan kedewasaan dan kebijaksanaan. Ketika berada di dekatmu, sangat nyaman hati ini, kamu memberikan kedamaian di hati dan fikiranku.
Tak ada sedikitpun cela yang memberiku ketakutan akan perginya kamu meninggalkanku, saat itu kuyakin kamu akan terus setia di sisiku. Tetapi hari demi hari berlalu, bahkan bulan demi bulan berlalu. Semuanya terasa hambar, tak ada kemajuan, kamu hanya memberiku seutas harapan yang tak bertujuan jelas.
Hingga suatu hari, kamu tak hanya sekedar memberiku harapan palsu, bahkan kau menusuk hatiku sedalam dan seluka-lukanya. Setelah berbulan-bulan aku dekat denganmu, kamu menjalin hubungan dengan perempuan lain. Rasanya sakit, sangat sakit. Tak ada yang bisa mengerti betapa sakitnya hati ini.
Kamu yang dulunya sangat bijaksana dimataku, kini berubah menjadi kebencian, Ternyata kamu sama saja dengan yang lain, tak ada bedanya. Bertahun-tahun aku memendam rasa cinta sekaligus rasa benci ini padamu. Banyak lelaki yang datang menghampiriku, tetapi entah mengapa masih hanya kamu, kamu, dan kamu dihati ini. Hati ini masih belum bisa menerima sosok lelaki selain dirimu.
Namun sejak saat itu, semuanya pun berubah drastis. Aku memulai lembaran baru dengan seseorang. Hanya dia yang bisa menghilangkan kesedihanku sejak bertahun-tahun yang lalu. Hanya dia yang bisa memberiku kenyamanan ketika berada didekatnya. Hanya dia yang kusayang dan kucinta. Kini aku hanya ingin menikmati ini semua karena aku mencintainya setulus hatiku.
No comments:
Post a Comment